Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar

Bagaimana cara menulis buku tabungan di buku besar? Hal ini bukan perkara sulit, tetapi membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Pastikan untuk bersikap jeli ketika menulis buku tabungan agar tidak salah input informasi.

Catatan tabungan umumnya dibuat untuk menjaga alur keuangan agar tidak lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Catatan ini juga bisa membantu Anda mencapai target finansial. Simak artikel berikut untuk mendapatkan tips tentang pencatatan buku tabungan!

7 Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar

Anda dapat mengetahui jumlah pendapatan yang disimpan setiap bulan dengan menulis buku tabungan. Hal ini bisa membantu persiapan dana darurat sekaligus mencapai tujuan finansial di masa depan.

Cara membuat catatan tabungan di buku tulis

Berikut beberapa langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencatat tabungan di buku besar, yaitu:

1. Siapkan Peralatan dengan Baik

Siapkan peralatan dengan baik yang mencakup buku tulis, penggaris, dan pulpen atau pensil. Sebaiknya gunakan buku berukuran besar agar bisa memuat lebih banyak informasi. Pastikan buku ini berada di tempat yang aman, jangan sampai hilang ataupun rusak.

2. Tetapkan Tujuan Menabung

Penting untuk menentukan tujuan menabung sebelum mulai mencatatnya di buku besar. Catatan ini bisa membuat Anda tetap semangat menabung sekaligus akan lebih mudah untuk menentukan alokasi tabungan per bulan sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga:  Kenapa Artikel Penting untuk Bisnis Online Anda?

Anda bisa menetapkan tujuan menabung berdasarkan target jangka panjang atau jangka pendek. Tabungan jangka panjang contohnya seperti membeli rumah, sedangkan tabungan jangka pendek seperti membeli HP.

3. Catat Alokasi Finansial

Cara membuat catatan tabungan di buku tulis yang tidak kalah penting adalah mencatat alokasi finansial Anda. Kelompokkan kebutuhan berdasarkan tingkat prioritas, seperti hal-hal yang bersifat wajib dan hal-hal yang bersifat keinginan.

7 Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar

Contoh hal-hal yang bersifat wajib, misalnya biaya cicilan rumah dan makanan. Hal-hal yang bersifat keinginan, seperti traveling, nonton film terbaru di bioskop, dan seterusnya. 

Coba metode pembagian 50-30-20 agar lebih mudah. Anda bisa menggunakan pendapatan untuk memenuhi 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% investasi atau tabungan.

4. Catat Cash Flow

Cashflow sifatnya lebih rumit dibandingkan catatan alokasi keuangan yang biasa. Terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan terkait pemasukan dan pengeluaran.

Cashflow bisa dicatat berdasarkan rentang waktu, misalnya hari, minggu, dan bulan. Catatan ini akan lebih memudahkan dalam mengawasi alur keuangan, baik yang masuk ataupun keluar.

5. Rekap Catatan Keuangan Harian

Rekapitulasi catatan keuangan harian mengandung informasi yang lebih rinci dibanding cash flow sederhana. Tujuan pembuatan catatan ini yaitu mengetahui total dana yang dibutuhkan per hari. 

Catatan ini dapat dibuat dengan mencatat pengeluaran wajib setiap hari, seperti biaya konsumsi dan transportasi.

6. Rekap Catatan Keuangan Mingguan

Rekapitulasi catatan keuangan harian saja belum cukup merepresentasikan cara menulis buku tabungan di buku besar dengan baik. Rekapitulasi ini perlu didukung oleh catatan jumlah total biaya pengeluaran mingguan.

Catatan mingguan ini merupakan akumulasi dari catatan keuangan harian.

7. Rekap Catatan Keuangan Bulanan

Sudah selesai dengan rekapitulasi catatan keuangan mingguan? Waktunya untuk mencatat kondisi keuangan berdasarkan jangka waktu bulanan. Biasanya rekapitulasi bulanan dilakukan pada awal bulan.

Rekapitulasi keuangan yang dilakukan berdasarkan pembagian waktu akan membuat laporan tabungan di buku besar semakin jelas. Catatan keuangan pribadi ini perlu dibuat secara detail untuk memudahkan Anda memperkirakan waktu terwujudnya target finansial.

Baca juga:  Contoh Kata-Kata Pesan Otomatis Shopee: Ramah, Jenaka, dan Profesional

Cara Membuat Buku Tabungan Harian

cara menulis buku tabungan siswa di buku besar

Butuh inspirasi untuk menulis buku tabungan harian? Berikut beberapa tahapan yang bisa dilakukan dalam membuat rekapitulasi tabungan harian, yaitu:

1. Membuat Tabel Berdasarkan Jumlah Hari dalam Sebulan

Sebaiknya buatlah tabel di buku tulis sesuai jumlah hari dalam sebulan jika Anda berencana menabung setiap hari. Mulailah menulis dari tanggal 1 sampai 28, 30, atau 31. Tulis semua hari tanpa ada yang terlewat.

2. Klasifikasikan Kolom dalam Tabel

Bagilah kolom-kolom dalam tabel yang nantinya akan diisi dengan informasi tertentu. Misalnya, membuat kolom untuk jumlah tabungan dan tanggal menabung.

3. Tulis Tujuan Menabung

Menulis tujuan menabung pada kolom terpisah, misalnya di kolom keterangan, bisa membuat Anda lebih termotivasi. Tujuan dapat dikelompokkan berdasarkan jangka waktu per minggu, seperti minggu ke-1, minggu ke-2, dan seterusnya.

Contoh Catatan Buku Tabungan

Sebenarnya tidak ada format mutlak untuk membuat catatan tabungan. Anda bisa membuat tabel sesuai kebutuhan. Salah satu contoh tabel buku tabungan bisa dilihat di bawah ini, yaitu:

No Tanggal Setoran (Rp) Penarikan (Rp) Saldo

 

Langkah-langkah untuk mengisi catatan tabungan seperti format di atas, yaitu:

  • Tulis nama lengkap Anda dan tujuan pembuatan buku catatan tabungan di atas tabel.
  • Kolom tanggal diisi dengan lengkap berdasarkan hari, tanggal, bulan, dan tahun ketika terjadi setoran atau penarikan.
  • Kolom setoran diisi dengan jumlah dana yang ditambahkan ke tabungan pada tanggal tertentu.
  • Kolom penarikan diisi dengan jumlah dana yang ditarik dari tabungan pada tanggal tertentu.
  • Kolom saldo diisi dengan total dana tabungan yang tersisa pada tanggal tertentu.

Cara menulis buku tabungan di buku besar sebetulnya mudah saja. Cukup disesuaikan dengan format tabel yang telah disiapkan sebelumnya. Pastinya catatan tabungan ini memerlukan kedisiplinan dan konsistensi agar berhasil mencapai tujuan keuangan yang diharapkan.

Baca juga:  Mengenal Apa Itu Copywriting dan Contohnya

Tips Membuat Buku Catatan Tabungan untuk Siswa

cara menulis buku tabungan di buku besar dengan baik

Tidak ada salahnya untuk mengajari para siswa belajar menabung. Anda bisa membuatkan mereka buku tabungan yang nantinya akan diisi secara mandiri guna melatih tanggung jawab dan financial planning sejak dini.

Cara mengisi buku tabungan sekolah bagi siswa sebenarnya sama saja seperti buku tabungan pada umumnya. Hanya saja, beberapa hal berikut ini perlu ditekankan kepada anak agar termotivasi untuk menabung!

1. Berikan Pemahaman Tentang Filosofi Menabung

Kegiatan menabung jelas memerlukan kesabaran dan kedisiplinan. Anda dapat mengajarkan kepada anak bahwa diperlukan usaha dan kerja keras dalam meraih sesuatu. Usahakan untuk tidak senantiasa menuruti kemauan anak tanpa pendampingan yang baik.

2. Tanamkan Motivasi yang Tepat

Setelah memberikan pemahaman tentang filosofi menabung, anak juga perlu dimotivasi agar mau menabung. Anak-anak yang masih usia sekolah tentu belum bekerja sehingga mereka cenderung tidak paham bagaimana sulitnya memperoleh pemasukan.

Dibutuhkan pendampingan dan pengajaran yang baik agar anak lebih menghargai uang. Berikan mereka motivasi tertentu, seperti tujuan akhir dari tabungan tersebut, supaya bisa disiplin saat menabung.

3. Libatkan dalam Pembuatan Catatan Tabungan di Buku Tulis

Ajak anak untuk terlibat secara langsung dalam pencatatan tabungan di buku tulis. Kegiatan ini bisa membuatnya merasa bertanggung jawab terhadap tabungan tersebut. Bersikaplah transparan tentang proses tabungan anak guna menumbuhkan rasa percaya terhadap orang tua.

Jangan sampai Anda sudah mengajak anak menabung, tetapi tidak menyampaikan proses perkembangan tabungan tersebut. Hal ini bisa melemahkan motivasi anak dalam menabung sekaligus kepercayaan mereka terhadap orang dewasa.

Cara menulis buku tabungan di buku besar tidak sulit, bukan? Tentukan target keuangan, siapkan alokasi dana, dan catat dengan menggunakan format yang jelas! Baca informasi bermanfaat lainnya hanya di Blog SIPWriter!

Tinggalkan komentar