Jenis Keyword (Kata Kunci) untuk Penulisan Artikel SEO

Jenis Keyword – Tidak ada yang memungkiri jika riset keyword adalah senjata paling tajam bagi blogger dan pemain SEO. Dalam dunia SEO, percuma sebuah artikel berkualitas tinggi, tapi di dalamnya tidak tertarget keyword yang spesifik.

Anda boleh saja tidak memikirkan keyword jika yang dikelola adalah website berita, sastra, atau sejenisnya. Namun untuk website bisnis, moneysite, ataupun lainnya, riset keyword hukumnya wajib.

Maka dari itu, perlu Anda pahami pula beberapa jenis keyword yang ada dalam dunia SEO. Dimana, jenis-jenis ini perlu dipertimbangkan agar keyword yang Anda pilih benar-benar tepat sasaran dan sesuai goals pembuatan artikel.

Pengertian Keyword dalam SEO

Search engine optimization (SEO) adalah upaya seseorang untuk memaksimalkan kinerja website untuk bersaing di search engine result page (SERP). Ada banyak strategi yang digunakan dalam SEO. Salah satunya adalah penulisan artikel berbasis keyword.

Keyword (kata kunci) merupakan sebuah kata atau frasa yang dipilih untuk pembuatan konten, dimana kata atau frasa tersebut memiliki volume pencarian secara metrik SEO.

Ada beberapa fungsi penentuan keyword dalam SEO, di antaranya:

  • Menarget sebuah pangsa pasar di mesin pencarian
  • Pembatas isi artikel yang akan dibuat
  • Dasar pembuatan skema artikel berbasis SEO secara teknis
  • Maksudnya; keyword itu dipilih agar sebuah konten tepat sasaran. Misal nih pada keyword: “cara upgrade windows.”
  • Maka bisa diartikan, keyword tersebut memiliki beberapa tujuan bagi pembuat konten:
  • Menarget para pemilik windows untuk membaca artikel
  • Menjadi pondasi pemilihan topik dalam pembuatan artikel ‘upgrade windows’
  • Sebagai penentu aspek SEO (mulai dari: Long tail keyword, LSI, sub heading) dari skema artikel yang hendak dibuat

Maka dari itu, menentukan keyword bagi pemain SEO merupakan kewajiban (mau ndak mau ya harus mau!).  Percuma dong, sudah bikin banyak artikel tapi ndak ada yang buka, sebab ndak ada yang bisa sampai pada artikel tersebut.

Sepenting Apakah Sebuah Keyword itu?

Jika ditanya, “Apakah keyword itu penting?”

Jawabannya bisa “ya” bisa “tidak”.

Kembali lagi disesuaikan pada tujuan Anda membuat konten. Jika memang tujuannya mencari visitor, meningkatkan traffic, menaikkan kualitas hasil SERP sebuah website, maka menentukan keyword bukan hanya penting, tapi “sangat penting.”

Terus ada yang bilang gini, “Sekarang Google itu pintar, tidak perlu mikiran keyword. Pokoknya nulis aja di-upload, nanti pasti Google tahu sendiri mana artikel yang berkualitas dan mana yang tidak.”

Mungkin saja hal itu benar, tapi hanya berlaku pada website besar. Seperti website berita yang sudah tua dan memiliki authority tinggi di mata Google. Berbeda kasus jika website kita baru lahir atau masih merangkak jalan pelan-pelan.

Riset keyword sangat penting untuk ngasih tahu ke Google, “Hei Google, maksud artikel yang saya tulis ini lho! Saya itu nulis tentang keyword ini, jadi ya tampilkan website saya saat orang mencari keyword tersebut ya…”

Jenis-Jenis Keyword dalam SEO

Saat Anda melakukan riset keyword, maka akan ada banyak sekali kata kunci yang Anda temukan. Agar memudahkan, maka Anda perlu sekali tahu jenis-jenis keyword agar mudah memetakkan mana sebuah keyword yang tepat untuk pilih.

Kali ini, kami akan klasifikasikan jenis keyword menjadi beberapa kelompok, antara lain:

1. Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent

Singkatnya, search intent adalah sebuah sebab, latar belakang, motif. atau alasan kenapa seseorang melakukan pencarian di internet. Misal nih, Anda ketik, “Cara membuat kue”, maka yang muncul adalah “informasi” mengenai pembuatan kue.

Baca juga:  Mediumish Wordpress Theme (Review Lengkap!)

Jenis Keyword dan contohnya

Berbeda saat Anda ketik, “beli kue”, maka yang muncul adalah “toko” yang menjual kue. Artinya, motif dari dua keyword tersebut berbeda, sehingga hasil pencariannya pun juga berbeda. seperti pada gambar di bawah ini:

Jenis Keyword Search Intent

Dilansir dari Semrush, setidaknya ada empat jenis keyword jika dilihat dari search intent-nya, antara lain:

Keyword Informasi (Informational Keyword)

Seperti namanya, jenis keyword ini bersifat memberikan informasi secara ringkas dan cepat. Keyword ini bersifat memberikan informasi ataupun berita dalam bentuk cepat. Saat ini, SERP memiliki sebuah tanda khusus keyword informasi, yakni: cuplikan pilihan dan carousel ataupun kotak informasi.

Anda bisa melihat contohnya seperti pada keyword berikut:

  • Apa manfaat buah nanas
  • Isi teks proklamasi
  • cara menjadi orang kaya

Contoh short tail keyword

Seringkali, keyword-keyword ini juga menampilkan hasil video. Beberapa video juga memberikan titik-titik informasi penting di dalamnya seperti pada gambar berikut:

Perhatian: orang yang mencari keyword ini butuh informasi secara cepat. Maka dari itu, jika Anda menarget jenis keyword ini, pastikan memberikan informasi yang padat dan hindari penggunaan kalimat-kalimat yang mbulet. Keyword ini adalah keyword yang paling potensial bagi blogger untuk mendapatkan traffic.

Keyword Produk (Commercial/Brand Keyword)

Berbeda dengan jenis keyword sebelumnya, keyword produk ini diklik memang untuk mencari sebuah produk tertentu. Sehingga, hasil pencariannya bisa lebih beragam. Mulai dari; official website produk tersebut, media sosial produk, review produk, maupun halaman marketplace produk tersebut.

Jika Anda adalah pemilik blog baru, maka lebih disarankan untuk untuk membuat review-nya saja. Sebab, persaingan dengan official website tentu akan berat. Beberapa contoh keyword produk (komersial) adalah:

  • MS Glow
  • Iphone 13
  • Nasi Goreng Sukasuka

Apa itu keyword dan contohnya

Perhatian: rata-rata, persaingan keyword produk itu besar. Jika tidak official website, maka dengan marketplace. Volume pencariannya memang sangat besar, kami sarankan untuk mentarget keyword panjangnya.

Keyword Pembelian (Buying Keyword)

Singkatnya, keyword pembelian dicari oleh seseorang yang ingin membeli sesuatu. Sehingga, rata-rata muncul kata, “beli”, “sewa”, “kredit” dan sejenisnya. Intinya, keyword ini mengantarkan seseorang untuk melakukan transaksi. Oleh sebab itu, Connor Lahey dari Semrush memberikan istilah “transactional” pada jenis keyword ini.

Contoh keyword pembelian yang sering dicari adalah:

  • Beli iphone
  • Beli sepeda motor bekas
  • Kredit laptop

short tail keyword

Karena bersifat transaksi, maka tidak heran jika keyword ini cenderung didominasi oleh marketplace atau website yang bersangkutan (entah itu website kredit, website penyewaan barang, dan sejenisnya).

Perhatian:  Kami tidak merekomendasikan bagi blogger untuk mentarget keyword ini. Sebab persaingannya besar, entah itu persaingan SEO maupun SEM. Kecuali memang Anda memiliki website bisnis yang menawarkan sebuah produk tertentu.

Keyword Target Geografis

Jenis keyword yang selanjutnya adalah keyword geografis. Keyword ini pada dasarnya bisa bersifat transaksional ataupun informasional, namun diikuti dengan target lokasi. Entah itu sebuah daerah, lokasi spesifik, maupun negara.

Beberapa contoh keyword geografis antara lain:

  • Wisata pantai di Banyuwangi
  • Beli hp bekas Surabaya
  • Toko Bunga Makassar

keyword tertaget geografis

Jadi, hasil pencarian dari keyword ini bisa bersifat informasional ataupun transaksional, tergantung konteks dari keyword itu sendiri. Para praktisi SEO sering bermain pada penargetan geografis dengan menyisipkan daerah di kata kunci tertentu. Merek sering menyebutnya sebagai local SEO.

Perhatian: Keyword ini tidak cocok digunakan bagi blogger untuk mencari traffic, namun cocok untuk pelaku bisnis yang menargetkan customer berdasarkan tempat maupun daerah.

Pada dasarnya, jenis-jenis keyword di atas berfungsi untuk mengelompokkan penargetan kata kunci. Sehingga, seorang blogger ataupun praktisi SEO bisa lebih mudah ketika membuat konten untuk optimalisasi onpage website mereka.

Baca juga:  5 Fungsi Website untuk Bisnis Anda

2. Jenis Keyword Berdasarkan Waktu Pencarian

Selain berdasarkan intent atau tujuan pencarian, ternyata banyak praktisi SEO yang membagi jenis keyword berdasarkan waktu pencarian. Hal ini berguna untuk menentukan mana keyword yang tepat untuk dijadikan konten.

Berdasarkan waktu pencarian, keyword dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

Keyword Abadi

Jenis keyword pertama berdasarkan waktu pencarian adalah keyword abadi. Keyword ini merupakan keyword yang selalu dicari orang setiap waktu. Seringkali, berisi tentang pencarian informasi-informasi umum.

Boleh dikatakan, keyword abadi sangat banyak sekali. Tingkat persaingan dan volume pencariannya pun juga bervariatif. Ada yang banyak ada yang sedang dan ada pula yang relatif sedikit.

Beberapa contoh keyword abadi yang seringkali dipakai oleh orang-orang antara lain:

  • Cara top up linkaja
  • Daftar kuliah gratis
  • Tips menjaga kesehatan mental

Banyak sekali contoh keyword abadi yang bisa Anda pilih. Hampir semua tema memiliki keyword abadi, sehingga Anda tidak perlu bingung. Pastikan memilih contoh keyword ini sesuai dengan kapasitas authority website Anda ya.

Keyword Periodik

Berbeda dengan keyword abadi, keyword periodik ini hanya akan dicari pada waktu-waktu tertentu saja. Keyword ini bisa bersifat bulanan maupun tahunan. Karena keyword inilah, traffic sebuah website bisa  meledak dalam satu waktu.

Beberapa contoh keyword periodik yang bisa dicoba adalah:

  • Ucapan tahun baru
  • Doa tahun baru islam
  • Mengenal hari paskah

Keyword-keyword periodik dicari memang pada saat-saat tertentu saja. Maka tidak heran jika beberapa keyword ini memiliki persaingan yang relatif kecil. Namun kami tegaskan, “buat artikel yang sangat berkualitas, meskipun tidak setiap hari menghasilkan traffic, keyword periodik sangat bagus untuk kenaikan authority website.”

Keyword Viral

Jenis keyword berdasarkan waktu pencarian yang terakhir adalah keyword viral. Sesuai dengan namanya, keyword ini cocok untuk website berita. Sehingga trafficnya tidak terfokus pada mesin pencarian (search engine), akan tetapi dari media sosial.

Setiap hari setiap saat pasti Anda mendengar berita, Anda hanya perlu rewrite berita dan posting di website Anda. Cara lain untuk mentarget keyword ini adalah membuat sebuah artikel opini atau tanggapan mengenai sebuah berita tertentu.

Itulah tiga jenis keyword berdasarkan waktu pencarian. Bagi Anda pemilik blog, lebih baik pilih jenis keyword abadi agar traffic website Anda bisa stabil. Namun bagi Anda pimilik website berita, maka keyword viral adalah pilihan utamanya.

3. Jenis Keyword Berdasarkan Panjangnya

Klasifikasi keyword yang terakhir adalah jenis keyword berdasarkan panjangnya. Jenisnya hanya dibagi menjadi dua, short keyword dan long tail keyword. Dua jenis keyword ini nantinya juga menentukan banyaknya volume pencarian.

Short Keyword

Para praktisi SEO lebih sering mengucapkan short tail keyword, namun SIPWriter lebih sering mengucapkan short keyword. Pada dasarnya, masalah istilah tidak terlalu penting, sebab setiap praktisi SEO seringkali memiliki perbedaan penyebutan untuk satu maksud yang sama.

Short keyword atau short tail keyword adalah kata kunci pendek yang tersusun atas satu atau dua kata saja. Sehingga, kata kunci ini memiliki volume pencarian yang banyak, namun diimbangi dengan persaingan yang tinggi pula.

Contoh short keyword antara lain:

  • Doa makan
  • Tips kuliah
  • Blogger
  • Whatsapp Web
  • Dan lain-lain

SIPWriter hingga saat ini jarang sekali mengerjakan artikel dengan kata kunci pendek. Sebab, kata kunci pendek kurang efektif untuk website yang memiliki authority rendah. Sehingga kemungkinan besar akan kalah dengan website persaingan yang ber-authority tinggi.

Jika Anda memang ingin menyasar short keyword, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan, antara lain:

  • Tetap manfaatkan masukkan long tail keyword
  • Targetkan pada keyword yang pencarinya berpotensi masuk ke halaman dua
  • Tetap gunakan latent semantic keyword (LSI)
  • Buat penjelasan yang lengkap dan gunakan sebagai artikel pilar
Baca juga:  Artikel Pilar: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Membuat

Dengan beberapa tips di atas, dijamin short keyword yang Anda targetkan bisa berguna banyak untuk onpage website Anda. Jangan ambil resiko menggunakan short keyword dengan artikel yang pendek dan tidak menargetkan keyword lain.

Long Tail Keyword (LTK)

Short tail keyword (LTK) adalah kata kunci berekor panjang yang merupakan perpanjangan short keyword. Seringkali, jenis keyword ini memiliki panjang 3 sampai 9 kata. Seringkali, semakin panjang keywordnya, semakin kecil persaingannya.

Maka dari itu, para praktisi SEO selalu mengingatkan pada blogger untuk tidak lupa menyisipkan long tail keyword. Sebab, keyword inilah yang seringkali menjadi alternatif keyword yang bisa meningkatkan traffic website Anda.

Contoh long tail keyword antara lain:

  • Doa mau makan sesuai hadits
  • Tips kuliah cepat lulus
  • Cara menjadi blogger yang sukses
  • Dan masih banyak lagi

Bagi para praktisi SEO, long tail keyword wajib disisipkan dalam sebuah artikel. Sayang sekali jika Anda bikin artikel panjang-panjang tapi tidak menyisipkan LTK sama sekali. Semakin banyak LTK yang Anda masukkan, semakin besar pula kemungkinan website Anda tampil di berbagai pencarian kata kunci.

Namun: tetap pastikan penyisipan long tail keyword tetap dilakukan secara natural dan tidak merusak keyword density sebuah artikel yang Anda buat.

Perbedaan Short Tail Keyword dan Long Tail Keyword

Singkatnya, perbedaan jenis keyword berdasarkan panjangnya hanya terletak pada jumlah kata dan volume pencariannya. Anda bisa melihat perbedaan dua pembagian keyword ini pada tabel berikut:

Segi Perbedaan Short Tail Keyword Long Tail Keyword
Panjang 1 atau maksimal 2 kata saja Lebih dari 2 kata (antara 3-9 kata)
Volume pencarian Rata-rata tinggi Relatif lebih rendah
Golongan keyword Keyword pembelian dan keyword komersial Keyword informasi dan keyword target geografis
Pembahasan (isi konten) Luas (komprehensif) dan umum Menjurus (spesifik) dan detail
Persaingan SEO Tinggi (untuk website ber-authority tinggi) Relatif rendah (untuk website yang ber-authority rendah

Itulah beberapa perbedaan short tail keyword dan long tail keyword yang perlu Anda ketahui. Perbedaannya memang tidak banyak, namun cukup penting untuk diperhatikan dan dianalisis. Terlebih bagi Anda pemilik website baru.

Setelah Tahu Jenis Keyword, Terus Ngapain?

Pada dasarnya, klasifikasi keyword yang sudah kami jelaskan sebelumnya bertujuan untuk memudahkan Anda riset. Pada akhirnya, fungsinya tetap sama, menaikkan rank SERP website Anda sehingga bisa mengundang lebih banyak traffic.

Setelah mengetahui beberapa jenis keyword, saatnya Anda melakukan riset. Paham berbagai klasifikasi keyword tidak akan berdampak apapun jika Anda tidak praktik langsung melakukan riset keyword.

Ada beberapa tips yang bisa Anda coba ketika melakukan riset keyword, antara lain:

  • Sadari kapasitas kekuatan website Anda (baik onpage maupun offpage)
  • Mulai dari keyword panjang (long tail keyword/LTK)
  • Jangan lupa riset LSI juga untuk memaksimalkan konten Anda
  • Riset pula kompetitor yang akan Anda hadapi untuk penargetan keyword tersebut
  • Buat konten yang menjawab apa yang diinginkan pencari (search intent)
  • Terus lakukan riset keyword dan buat artikel yang berkualitas

Algoritma mesin pencarian tetap tidak bisa ditebak. Ada banyak kemungkinan yang terjadi saat Anda membuat sebuah konten di website Anda. Bisa jadi langsung page one, bisa jadi tidak tercrawl sama sekali, atau mungkin tampil di halaman belakang.

Apapun yang terjadi, tetap optimis. Artikel yang Anda posting mungkin saja bisa page one 1 atau 2 bulan lagi. Bisa jadi, 1 atau 2 tahun lagi. Intinya, tetap buat konten yang bermanfaat, biarkan waktu yang menjawab.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai jenis keyword untuk penulisan artikel yang bisa kami jelaskan. Kembali kami tegaskan, sepaham apapun Anda terhadap teori SEO, hal tersebut tidak akan berguna besar ketika Anda tidak mempraktekkannya. Selamat memilih keyword dan semoga sukses!

5 pemikiran pada “Jenis Keyword (Kata Kunci) untuk Penulisan Artikel SEO”

Tinggalkan komentar